jump to navigation

Majikan Paling Kejam di Indonesia yang telah Membunuh 3 orang pembantu 23 Oktober 2009

Posted by masbloro in Artikel Umum.
Tags:
trackback

ranata_tan_300_225Renata Tan (49), yang tinggal di Kedoya Garden III/5 RT004/05 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, istri dokter spesialis anak yang membunuh pembantu rumah tangganya sendiri, mengaku tidak menyesali perbuatan kejinya itu . Menurutnya, para pembantunya patut mendapatkan hukuman itu karena lelet dan malas bekerja. Pengakuan itu disampaikan kepada petugas Polrestro Jakarta Barat. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestro Jakarta Barat AKP Sri Lestari mengatakan, ketika diperiksa, Renata bercerita dengan gamblang dan tegas. “Tidak ada penyesalan dari tersangka. Ia mengatakan berbuat itu karena para pembantunya malas dan lelet,” ujar Sri Lestari.  Sri menuturkan, saat diperiksa Renata sangat kooperatif. Ia tidak berusaha menutup-nutupi perbuatannya itu. “Bahkan, ia merasa memiliki pembenaran atas apa yang dilakukannya,” kata Sri. Hidup bergelimang harta dan memiliki seorang suami yang berpendidikan ternyata tak mampu membuat Renata mempunyai pribadi yang baik. Ia kerap melakukan penyiksaan terhadap para pembantunya. Tercatat sudah tiga orang pembantu meninggal dunia karena ulahnya. “Pertama, dilakukan Renata pada tahun 1992. Saat itu Renata sedang hamil anak ketiganya. Kemudian setelah pindah rumah ke Kedoya Garden pada tahun 1996 Renata melakukannya lagi,” tutur Sri. Perbuatan Renata pada tahun 1992 membawanya harus mendapat hukuman penjara selama empat tahun. Saat itu ia terbukti bersalah membunuh pembantunya dengan cara menyetrika tubuh pembantunya. Pada tahun 1996 Renata terbebas dari jeratan hukuman penjara. Vonis tiga tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim tidak bisa dilaksanakan karena ia harus menjalani perawatan kejiwaan. Di pengadilan Renata dinyatakan sebagai orang gila. Hukuman empat tahun penjara dan perawatan di rumah sakit jiwa temyata tak mampu membuat Renata kapok. Ia mengulangi perbuatannya terhadap Maulina (16). Kali ini petugas mengaku akan sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini. Catatan gangguan kejiwaan yang dimiliki Renata bisa saja membuatnya terbebas lagi dari jeratan hukum. “Kami akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa tersangka,” kata Sri. Nahas yang dialami Lina berawal pada Selasa sekitar pukul 05.30. Saat itu, Lina sedang mengepel lantai dua rumah majikannya. Belum diketahui penyebabnya, Renata memukuli gadis asal Purwokerto, Jawa Tengah, itu dengan sebatang rotan. Jeritan minta ampun Lina tak membuat Renata menghentikan perbuatannya. Dua PRT yang juga bekerja di rumah itu, Satini dan Anisa Dwi Jayanti, segera naik ke lantai dua ketika mendengar Lina menjerit-jerit. Keduanya mendapati Renata menjambak dan membentur-benturkan kepala Lina ke lantai. ”Kami tak bisa melakukan apa pun karena kami takut,” ujar Satini di Mapolrestro Jakarta Barat, Rabu (23/7). Apalagi, sehari sebelumnya Satini pun dipukuli oleh Renata, juga tanpa alasan yang jelas. Penganiayaan itu membuat Satini luka parah hingga sempat diobati di rumah sakit. Aksi Renata membuat Lina bersimbah darah dan tak sadarkan diri. Lalu, Renata menyeret Lina ke lantai satu lewat tangga. ”Sesampainya di bawah, Renata menyiramkan air panas ke tubuh Lina,” kata Satini. Renata lantas menyuruh Anisa dan Satini membersihkan ceceran darah di lantai dua. Selesai mengerjakan tugas itu, Satini dan Anisa turun ke lantai satu dan menghampiri Lina yang tergeletak di lantai. ”Kami mencoba membangunkan Lina, tapi diomeli nyonya,” kata Satini. Menurut Renata, kata Satini, Lina hanya pura-pura tidur. ”Sudah diam kalian! Dia pasti kecapean, pura-pura tidur,” kata Renata seperti ditirukan Satini. Satu jam kemudian, Renata menghubungi Ronald yang merupakan guru les anak-anak Renata. Ronald juga merupakan majikan Wartinah, ibunda Lina. Ronald tinggal di Kalideres, Jakarta Barat, Saat itu, Renata minta Ronald memeriksa Lina yang katanya belum kunjung siuman akibat jatuh dari tangga. Menurut Satini, Ronald tiba di rumah Renata pada Selasa sore. Setelah memeriksa Lina, dia menyarankan Lina dibawa ke RSCM. Renata lantas meminta Marudi, sopir keluarga Renata, mengantar ke RSCM. Renata ikut di mobil itu. Renata dan Lina tiba di RSCM sekitar pukul 21.00. Dokter yang memeriksa Lina menyatakan gadis tersebut meninggal beberapa jam sebelum dibawa ke RSCM. Menurut Satini, malam itu juga Renata mengancam agar ia dan Anisa tutup mulut. Dia meminta agar Satini dan Anisa mengatakan Lina meninggal karena jatuh dari loteng. Namun, diam-diam, kedua wanita sedaerah asal dengan Lina tersebut melapor ke polisi. Renata Tan, yang lahir di jakarta dan warga keturunan, juga ternyata pandai menutupi perbuatan kejamya itu di hadapan suaminya. Setiap kali suaminya pulang bekerja dari sebuah rumah sakit di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, tampak seolah tidak perah ada kejadian apa-apa. Kepada petugas, dokter Dr. Jani Simkoputra, yang praktek di Rs Graha Medika dan Klinik Dokter Spesialis Anak Jl. Kemanggisan Utama II/38 Palmerah – Jakarta Barat. suami Renata, mengaku tidak mengetahui tindakan kejam yang dilakukan istrinya terhadap para pembantunya itu. Saat dihubungi, Jani tak mau berkomentar banyak.

berikut ini beberapa video tentang renata tan :

http://video.liputan6.com/videodetail/200807/162810/Renata.Menganiaya.karena.Kesal

http://video.okezone.com/play/2008/07/25/237/2391/renata-tan-telah-membunuh-3-pembantu

sumber : warta kota, okezone, liputan6

About these ads

Komentar»

1. gay jakarta - 18 Januari 2010

yang begitu tuhhh cina cina yang bikin nama baik kaum cina tercemar, hukum mati aja yang begitu

2. gay jakarta - 18 Januari 2010

dasar perempuan setan

3. ardi - 16 Desember 2010

klo saya digituin majikan gue gue kasi racunin biar gue di penjara ? yg penting gue puas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: