jump to navigation

Omelan-omelan SBY saat pidatonya tidak didengar 29 Juni 2012

Posted by masbloro in Politik.
Tags: , , , , ,
trackback

Lagi-lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah karena pidatonya tidak disimak. Terbaru saat Presiden SBY memberikan kuliah umum dihadapan 1.000 perwira siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri.

Saat Kepala Negara menyampaikan dampak implikasi geopolitik terhadap Indonesia, Presiden menegur sejumlah siswa perwira yang duduk berada di jajaran paling depan. Sontak sejumlah tamu undangan dan peliput terkaget atas tegurannya itu. Bahkan perwira itu langsung terlihat terdiam.

“Kalian satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, kayanya bicara terus,” tegur SBY dengan intonasi tegas kepada perwira yang duduk di barisan depan di sela kuliah umum di Gedung Sudirman, Markas Besar Angkatan Darat Sekolah Calon Perwira (Secapa AD), Jalan Hegarmanah, Bandung, Jumat (29/6).

“Kalian tahu mendengar itu adalah bagian dari menyempurnakan kepribadian. Kalau ada orang bicara harus mendengar,” tunjuk SBY kepada perwira itu.

Presiden marah saat dia sedang melakukan arahan bukan yang pertama. SBY berungkali marah saat dia bicara tidak didengarkan.

Masih ingat saat Presiden SBY memberikan sambutan dalam acara pembekalan konsolidasi pemerintah daerah di Gedung Lemhannas Jakarta. Bahkan SBY sampai mengetok podium. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2008.

SBY marah lantaran ada peserta pembekalan yang tidur. “Bangunkan yang tidur itu. Kalau mau tidur, silakan di luar,” kata Presiden SBY dengan nada kesal.

Mendengar teguran SBY itu, secara spontan puluhan pimpinan DPRD dan Bupati serta Wali kota langsung kaget. Bahkan, yang tertidur langsung bangun.

Presiden kesal lantaran yang dia sampaikan sangat penting. Soal rakyat. “Seharusnya merasa berdosa pada rakyat. Saat kita bicarakan masalah rakyat kok malah tidur,” ujar Presiden SBY.

Bukan saat di Lemhanas saja. Masih pada tahun 2008, saat menggelar sidang kabinet paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Lantai II, Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta Presiden SBY juga marah. Kali ini sama anggota kabinetnya.

Presiden terlihat marah dan menegur peserta sidang yang sedang asyik mengobrol. Dengan raut muka kesal, SBY menunjuk tangannya ke arah pimpinan badan yang duduk di tengah lingkaran arah ruang sidang.

Di barisan itu duduk berjejer Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Didi Widayadi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar, dan Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog.

Waktu itu Presiden sedang memberikan pengarahan mengenai proses renegosiasi kontrak LNG Tangguh di Provinsi Papua. “Hei, jangan mengobrol sendiri. Dengarkan! Jangan bicara sendiri. Ini masalah yang sangat penting,” kata Presiden.

Sumber: merdeka | Berita Terbaru

About these ads

Komentar»

1. cyu - 30 Juli 2012

itu wajar sebagi presiden,seharusnya sbg anggota DPR,kabinet atau mentri sekalipun juga ikut mendengarkan apa yang di sampaikan presiden dengan baik,

2. pailul - 14 Agustus 2012

itu pertanda kalau yang bicara tidak di harapkan…

3. dede - 31 Agustus 2012

bosen dengarin orang lagi baca syair kaleee….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 83 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: