Pengakuan tentara Belanda soal pembantaian Rawagede 19 September 2011
Posted by masbloro in Politik.Tags: Gerderland, Kerawang, Rawagede, Wamel
5 comments
Tidak banyak orang tahu tentang peristiwa tragis yang menimpa kampung Rawagede Kerawang pada masa perang kemerdekaan setelah Indonesia memproklamasikan diri. Bahkan di buku sejarah sekolah saya dulu peristiwa itu tidak disinggung sama sekali.
Pengadilan di Den Haag Belanda, seperti dikutip BBC melansir Pemerintah Belanda bertanggung jawab atas agresi militernya di Rawagede, Karawang, Jawa Barat. Dimana dalam aksi brutal itu, seluruh pria dibantai dalam upaya menekan kepada Pemerintah RI. Diduga jumlah korban tewas 150 orang. Namun korban menyebut jumlahnya 400-an orang.
Pemerintah Belanda lalu mencoba membela diri putusan persidangan yang diketuai Daphne Schreuder dengan berdalih kasus sudah kedaluwarsa. Meski, kemudian lalu menyesali pembantaian oleh para tentaranya. Mereka tengah mengupayakan besaran uang kompensasi bagi korban pembantaian.
Setelah pengadilan Belanda memutuskan para korban mendapat kompensasi, sekarang muncul peristiwa lain.
Sebuah surat tanpa nama pengirim tiba di tangan Komite Utang Kehormatan Belanda(KUKB) di Belanda. Surat tidak disampaikan lewat pos, melainkan diberikan seseorang yang mengaku menerima dari seorang veteran perang Belanda di Indonesia.
Isinya menunjukkan sebuah guratan penyesalan seorang tentara Belanda yang diduga ikut dalam proses pembunuhan warga Rawagede. Seberapa jauh surat ini orisinil, tidak ada yang tahu. Sang penyampai, dan sang penulis, tetap ingin tidak diketahui.
Berikut isi suratnya:
Wamel Rawa Gedeh
Nama saya tidak bisa saya sebutkan, tapi saya bisa ceritakan kepada Anda apa yang sebenarnya terjadi di desa RAWA GEDEH.
Anda tahu, antara tahun 1945 – 1949, kami mencoba merebut kembali jajahan kami di Asia Tenggara. Untuk itu dari tahun 1945 sampai 1949, sekitar 130.000 tentara Belanda dikirim ke bekas Hindia Belanda, sekarang Indonesia. Di sana terjadi berikut ini:
Di Jawa Barat, timur Batavia, di daerah Krawang, ada desa Rawa Gedeh. Dari arah Rawa Gedeh tentara Belanda ditembaki. Maka diputuskanlah untuk menghajar desa ini untuk dijadikan pelajaran bagi desa-desa lain.
Saat malam hari Rawa Gedeh dikepung. Mereka yang mencoba meninggalkan desa, dibunuh tanpa bunyi (diserang, ditekan ke dalam air sampai tenggelam; kepala mereka dihantam dengan popor senjata dll)
Jam setengah enam pagi, ketika mulai siang, desa ditembaki dengan mortir. Pria, wanita dan anak-anak yang mau melarikan diri dinyatakan patut dibunuh: semuanya ditembak mati. JUMLAHNYA RATUSAN.
Setelah desa dibakar, tentara Belanda menduduki wilayah itu. Penduduk desa yang tersisa lalu dikumpulkan, jongkok, dengan tangan melipat di belakang leher. Hanya sedikit yang tersisa. Rawa Gedeh telah menerima ‘pelajarannya’.
Semua lelaki ditembak mati – kami dinamai ‘Angkatan Darat Kerajaan’.
Semua perempuan ditembak mati – padahal kami datang dari negara demokratis.
Semua anak ditembak mati – padahal kami mengakunya tentara yang kristiani
Pekan adven 1947
Sekarang saya siang malam teringat Rawa Gedeh. Itu membuat kepalak saya sakit dan air mata saya terasa membakar mata. Terutama kalau aku teringat anak-anak yang tangannya masih terlalu pendek untuk melipat tangan di belakang leher, dan mata mereka terbelalak, ketakutan dan tak faham.
Saya tidak bisa menyebut nama saya, karena informasi ini tidak disukai kalangan tertentu.
Tapi mungkin dari Wamel, justru dari Wamel, akan muncul inisiatif.
Saya tidak tahu bagaimana.
Parsifal
*Wamel merupakan sebuah desa di propinsi Gerderland, Belanda Timur. Desa ini pada tanggal 20 September 1944 diserbu tentara Jerman. 14 warga sipil tewas dibunuh secara keji oleh tentara Jerman. Sekarang di sana dibangun monumen peringatan. Uniknya di antara nama-nama yang tercantum pada monumen, terdapat satu nama satu korban kekejaman perang di Hindia Belanda.
sumber : republika.co.id, poskota.co.id, tribunnews.com
Operasi Alpha, melibatkan Israel yang tak pernah diakui TNI 10 Agustus 2011
Posted by masbloro in Politik.Tags: A-4 Skyhawk, ABRI, Amerika Serikat, Arizona, F-5, inteljen, Israel, Operasi Alpha
8 comments
Meninggalnya mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda Djoko Poerwoko di Brazil tanggal 9 Agustus 2011 pukul 22.30 saat kunjungan ke Pabrik Super Tucano atas undangan pihak Embraer mengingatkan kita tentang banyak kisah.
Djoko merupakan salah satu penerbang tempur handal TNI AU. Berbagai jabatan pernah diembannya. Banyak pengalaman penerbang tempur yang satu ini. Dia pensiun pada 30 September 2006.
Salah kisahnya yang menjadi konroversi adalah saat mengikuti operasi Alpha. Inilah operasi rahasia antara TNI dan Militer Israel untuk membeli 32 pesawat tempur A-4 Skyhawk, melatih pilot Indonesia di Israel dan menyamarkan pesawat tempur itu agar bisa dibawa pulang.
Pada masa itu kebutuhan TNI AU untuk memperbaharui armada tempurnya dengan alusista yang andal. Membeli langsung ke Israel itu tentunya bisa menjadi masalah sensitif. Proses pembeliannya diatur oleh petinggi ABRI yang saat itu dipimpin oleh Benny Moerdani, sedangkan Djoko Poerwoko adalah salah satu pilot yang dilatih di sana.
Operasi ini digelar secara rahasia pada tahun 1980. Hingga kini, TNI tidak pernah mengakuinya. Saat itu TNI AU kekurangan pesawat tempur. Pesawat seperti F-86 dan T-33 sudah tua dan tidak bisa beroperasi maksimal. Amerika Serikat bisa memberikan 16 pesawat F-5 E/F Tiger II, tetapi hal itu dianggap belum cukup. Apalagi saat itu Indonesia harus menghadapi operasi militer lanjutan di Timor Timur.
Pihak intelijen mendapat informasi, Israel akan menjual 32 pesawat A-4 Skyhawk. Masalahnya tentu tidak sesederhana itu. Selain tidak ada hubungan diplomatik, pembelian pesawat tempur ke Israel juga akan menuai protes keras dari masyarakat. Tapi pihak ABRI memutuskan operasi terus berlanjut.
Setelah mengirimkan teknisi, 10 Pilot TNI AU diberangkatkan ke Israel. Bahkan 10 pilot itu tidak tahu mereka akan diberangkatkan ke mana. Dalam buku autobiografinya, Menari di Angkasa, Djoko Poerwoko menceritakan pengalamannya.
Awalnya hanya mengetahui bahwa para penerbang akan belajar terbang ke Amerika sedangkan informasi lain-lain masih sangat kabur. 10 Pilot tersebut berangkat dengan pesawat Garuda Indonesia dari Halim Perdana Kusuma ke Singapura.
Setelah mendarat, di Singapura mereka dijemput oleh beberapa petugas intel ABRI. Mereka mulai sadar tidak akan diterbangkan ke AS, tetapi ke Israel. Sebuah negara yang sangat dibenci oleh masyarakat Indonesia.
Mayjen Benny Moerdani yang saat itu menjadi Kepala Badan Intelijen ABRI memberikan briefing. Ini misi rahasia. Jika misi gagal, pemerintah Indonesia tidak akan mengakui kewarganegaraan mereka. Benny juga memberikan pilihan jika ada yang ragu silakan kembali. Operasi ini dianggap berhasil jika pesawat tempur A-4 Skyhawk yang diberi kode ‘merpati’ sudah masuk ke Indonesia.
Berbagai pikiran berkecamuk di benak para pilot tersebut. Kaget dan bingung tentu saja. Tapi tidak ada yang mundur. Mereka pun diberi identitas palsu dan akhirnya siap diberangkatkan.
Saat itu Benny Moerdani yang mengatur langsung operasi Alpha. Tentu zamannya berbeda. Kalau dulu dengan kekuasaan tak terbatas yang dimiliki, ABRI bisa melakukan upaya semacam itu. Kalau sekarang tentu tidak bisa, karena menggunakan dana APBN, harus ada pertanggungjawabannya. Lagipula operasi semacam ini tentu melanggar prinsip keterbukaan. Belum lagi kerjasama dengan Israel, kalau dilakukan kini tentu Ormas-ormas Islam akan sangat keras menentang.
Dari Singapura, 10 Pilot TNI AU diterbangkan ke Frankfurt dengan menggunakan Boeing 747 Lufthansa. Mereka tidak boleh bertegur sapa, duduk saling terpisah, namun masih dalam batas jarak pandang.
Begitu mendarat di Bandara Frankfurt, Mereka berganti pesawat lagi untuk menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, Israel. Semuanya bingung dan jetlag. Begitu sampai di Tel Aviv, mereka ditangkap dan digiring petugas keamanan bandara. Semuanya hanya pasrah, oleh karena memang tidak tahu skenario apalagi yang harus dijalankan, yang ada hanya menunggu dengan hati berdebar.
Setelah memasuki ruang bawah tanah, dan melihat ada beberapa perwira intelijen ABRI, baru para pilot merasa tenang. Ternyata penangkapan hanya skenario saja agar mereka bisa keluar bandara dengan cepat tanpa diketahui.
Mereka langsung menerima brifing singkat mengenai berbagai hal yang harus diperhatikan selama berada di Israel. Segala sesuatu yang yang terkait dengan Indonesia di-sweeping. Para pilot ini juga diajari sedikit bahasa Ibrani. Mereka diperintahkan mengaku pilot dari Singapura.
Mereka dibawa ke Pangkalan Udara di Kota Eliat. Pangkalan itu rahasia. Tidak ada nama resminya. Atas kesepakatan, selama latihan Pangkalan Udara itu dinamai ‘Arizona’. Karena resminya memang para penerbang itu akan dikirim ke Arizona. Di sana mereka berlatih dengan pesawat A-4 Skyhawk. Melakukan berbagai manuver, mengoperasikan pesawat tempur sebagai mesin perang, hingga menembus hingga perbatasan Suriah.
Setelah sekitar 4 bulan, Latihan terbang berakhir tanggal 20 Mei 1980. Para perwira lulus dan berhak mendapatkan ijazah dan brevet penerbang tempur. Namun para perwira intelijen ABRI yang hadir justru membakarnya di depan para pilot itu. Tentu saja untuk menghilangkan bukti bahwa pernah ada kerjasama militer RI dan Israel.
Para penerbang itu kemudian dibawa ke Amerika Serikat. Sekedar untuk berfoto-foto. Di manapun ada tulisan AS mereka disuruh berfoto. Ini untuk mengecoh, seolah-olah bahwa mereka memang dikirim ke AS, bukan ke Israel. Kepada para komandan di kesatuan pun, para pilot ini harus mengaku telah dilatih di AS, bukan Israel.
Kemudian Tanggal 4 Mei 1980, paket A-4 Skyhawk gelombang pertama, terdiri dua pesawat single seater dan dua double seater tiba di Tanjung Priok. Pesawat-pesawat tersebut diangkut dengan kapal laut langsung dari Israel, dibalut memakai plastik pembungkus, berlabel F-5. Saat itu Indonesia juga memang memesan pesawat F-5 Tiger dari AS. Jadi seolah-olah pesawat yang diangkut kapal laut itu adalah juga pesawat F-5. Secara bergelombang, pesawat-pesawat A-4 Skyhawk terus berdatangan.
Operasi itu akhirnya dianggap selesai dan berakhir sukses tanpa ada yang tahu.
sumber : detik.com
BBM Nazar Palsu? Sebuah Ulasan dari Prayitno Ramelan 14 Juli 2011
Posted by masbloro in Politik.Tags: BBM, Nazarudin, sms
add a comment
Dalam politik tidak ada teman abadi, yang utama hanyalah kepentingan perorangan atau kelompok. Sebenarnya pendapat yang benar, ‘Yang abadi adalah kepentingan nasional suatu negara’. Nah, itu makna kata kepentingan yang mana karena disebabkan terganggunya kepentingan sekelompok orang, maka stabilitas emosional dan ketenteraman Partai Demokrat menjadi terganggu.
Nazaruddin, kini mantan bendahara umum Demokrat, si pembuat goyah, sebelum peristiwanya pecah, bahkan hingga awal kasus terbuka terlihat masih senyam-senyum pada konperensi pers. Dia telah menjadi tersangka kasus korupsi di beberapa kementerian, dan tengah dikejar KPK. Kini Nazar diketahui dan dituduh telah menyebarkan berita tidak sedap, bergosip, menyerang tokoh-tokoh di partainya sendiri. Bahkan oleh Anas, sang ketua umum, Nazar telah dilaporkan ke polisi. Kenapa? Karena kepentingan Nazar terganggu, ada rasa dihianati, tidak dibela, atau mungkin ada yang memanfaatkan?.
Kasus BBM dan SMS yang kabarnya dari Nazaruddin kemudian menjadi santapan media dengan rasa gurih, nikmat, disantap dan dijejalkan kepada masyarakat. Apakah media salah? Media di jaman keterbukaan kini jelas tidak ada yang berani menyalahkan, salah-salah borok seseorang akan makin dibuka nantinya. Menakutkan memang, bahkan presidenpun dikritik karena menyentuh media.
Dalam teori terorisme, serangan teror tidak akan ada artinya tanpa dukungan media. Sebuah serangan yang sadis misalnya disebut menakut-nakuti 10.000 orang, dan kalau dibaca ulang kemudian akan menakut-nakuti (membuat rasa takut) 10 juta orang. Siapa yang menyebarkan berita serangan teror, ya media itu. Jadi dalam kasus Nazar, menurut Pak Bagir Manan, yang mantan Ketua Mahkamah Agung, bahwa media hanya menyampaikan ada berita misalnya si Anu menerima gratifikasi sekian milyar, isi berita ya urusan penegak hukum. Jadi media tidak salah, katanya.
Nah, dalam kasus Nazaruddin, penulis melihatnya sebagai sebuah serangan yang disebut PUS Prop, Yaitu Perang Urat Syaraf dan Propaganda. Pengertiannya, BBM Nazar adalah sebuah perang urat syaraf, dimana Nazar melakukan propaganda yang disertai dengan kegiatan. Disini berlaku teori teror, beda dengan perang terbuka yang menyebabkan kehancuran manusia dan material. Yang menjadi sasaran teror adalah kerusakan psikologis.
Nazar kabarnya mengirimkan beberapa pesan yang mendiskreditkan tokoh di Partai Demokrat. Rumor yang tersebar adalah Uang Rp 9 miliar dari Sesmenpora Wafid Muharam diberikan kepada Paul (pengusaha). Dari Paul, uang diserahkan kepada I Wayan Koster (anggota Banggar DPR dari PDIP) dan Angelina Sondakh (Banggar DPR dari Demokrat), lalu diberikan kepada Wakil Ketua Banggar dari Demokrat Mirwan Amir. Dari Mirwan, uang diserahkan kepada pemimpin banggar dan Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah.
Jatah untuk Demokrat tidak diserahkan kepada Nazaruddin, melainkan langsung kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Andi Mallarangeng menerima Rp 5 miliar. Setelah penangkapan Wafid oleh KPK, Mirwan menyerahkan uang Rp 7 miliar lagi kepada Anas untuk pengamanan media.
Selain itu Nazar mengirimkan money politics dalam Kongres Demokrat. Biaya untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam kongres Demokrat sekitar USD 20 juta (Rp 170 miliar), katanya. Seluruh perwakilan DPC diberi uang USD 10 ribu-USD 40 ribu untuk memenangkan Anas. Nazaruddin mengaku juga memberikan dana untuk seluruh calon ketua umum Partai Demokrat dengan alasan investasi.
Serangan psikologis atau PUS Prop tersebut langsung menggoyahkan Partai Demokrat. Pembuat serangan mampu membaca situasi dan kondisi masyarakat yang memang membenci korupsi, walau banyak juga yang sebenarnya terlibat korupsi. Masyarakat dalam kondisi tidak alert begitu dicekoki berita yang di gemparkan media, langsung menelan dan bahkan juga ikut memublikasikan.
Kita lihat nilai sebuah berita. Berita atau informasi adalah bahan keterangan mentah yang bisa benar dan bisa tidak. Setelah dinilai terutama sumber dan isi informasi, dikonfirmasikan, keterkaitan beberapa informasi, maka barulah dia menjadi berita yang terukur disebut intelijen. Nah, Nazar sebagai sumber berita dianggap memenuhi syarat, dapat dipercaya sebagai sumber, tetapi dengan kemarahannya maka berita BBM yang dikirimkannya bisa sebagian betul, dan bisa salah. Terbukti dia sudah dijadikan tersangka oleh KPK.
Isi informasi yang di kirim ke media, beberapa bisa dianggap ada kemungkinan betul, karena dalam batas logika, tetapi beberapa informasinya dinilai terlalu berlebihan dan dipaksakan. Misalnya, saat pemilihan Ketua Umum Demokrat, uang sogokan mencapai nilai USD 20juta (Rp 170 Milyar). Ini jumlah fantastis yang agak diluar akal. Anas saat itu belum menjadi Ketua Umum atau apapun yang demikian hebat, sulit diterima akal ada pihak yang mau berspekulasi mendukungnya dengan uang sebesar itu?. Anas bukan tokoh sebesar Aburizal, dia saat itu masih sekelas dengan Marzuki Ali dan Andi Malarangeng. Dari sisi Nazar, memang, Nazaruddin membeli perusahaannya sejak tahun 1999, tetapi baru aktif sejak 2007, nah artinya power dan uang komisi yang dipunyainya jelas belum sebesar itu.
Misalnya proyek Ambalang, menurutnya Anas menerima Rp 50 Milyar? Sulit diterima dengan akal sehat. Jadi penulis melihat dari sisi belakang kasus. Ada sebuah trend serangan psywar yang dilakukan oleh seorang perencana dengan cukup matang, secara perlahan dan halus, serangan menusuk elit PD, inner circle Pak SBY dan akhirnya akan bermuara di Ketua Dewan Pembina. Perencana memanfaatkan momentum kasus Nazar dan bukan tidak mungkin dialah yang selalu menggunakan nama atau memanfaatkan Nazaruddin. Ini yang sangat perlu ditelusuri dan dibuktikan.
Nazar kini sudah menjadi buron dan tersangka. Dunia belum kiamat, elit Demokrat tidak perlu takut menghadapi masalah, jangan lari, harus dihadapi dan diselesaikan. Yang pasti kini, masyarakat sudah menelan rumor korupsi tersebut. Banyak yang kemudian mempercayainya. Elit Partai Demokrat selain mencari jalan bagaimana membangun kembali citra partai, agar jangan melupakan adanya penyerang clandestin yang terus memantau dan menginginkan kerusakan di Partai Demokrat. Si penyerang paling tidak memiliki dan mengetahui informasi agak akurat di internal partai. Elit muda kurang berpengalaman dalam masalah internal security, dibutuhkan pemeriksaan security.
Serangan dan pembentukan opini telah berjalan, seperti pernah penulis sampaikan pada artikel terdahulu, sasaran perencana adalah “Let them think, let them decide,” maksudnya dengan ilmu intelijen bisa dibaca biarkanlah rakyat berfikir dan biarkanlah rakyat yang memutuskan. Kalaupun serangan tidak sampai menjatuhkan pemerintah hingga 2014, paling tidak pada 2014 nanti citra Demokrat sudah sangat rusak, rakyat tidak akan memilih parpol yang mereka nilai bobrok.
Counter Demokrat yaitu keberadaan Pak SBY sebagai pengikat jelas akan sangat menurun bahkan bisa hilang, ini karena ulah beberapa elit itu sendiri, menganggap pada 2014 Pak SBY tidak dapat maju kembali. Sudah diluar gelanggang dan mereka mencoba mencari jalan sendiri dengan alasan demokrasi. Penulis menilai elit yang muda-muda muda akan sulit mempertahankan kredibilitasnya, yang tua tidak mendengar perintahnya, kepercayaan dan kecintaan konstituen akan menjadi luntur. Kesimpulannya, benar seperti kata Marzuki, yang sudah rusak manajemen partai. Apabila tidak segera teratasi maka partai akan semakin amburadul. Inilah berbahayanya sebuah serangan psikologis dalam sebuah operasi intelijen penggalangan. Perencana mampu menyentuh titik rawan Demokrat, cepat atau lambat partai ini akan lumpuh, itu pandangan “worst condition.”
Demikianlah sedikit ulasan penulis terhadap kemelut Partai Demokrat, rangkaian upaya mendelegitimasi dan menghancurkan citra pemerintah telah berjalan beberapa lama, baik menyangkut masalah keamanan dan ketertiban, kini masalah korupsi partai pemenang yang diangkat.. Bagaimana mengatasi masalah ini? Menurut teorinya, sebuah rumor hanya diselesaikan dengan dibiarkan saja, lama-lama akan hilang dengan sendirinya. Kedua di jelaskan kebenarannya kepada mereka yang mendengar rumor tersebut. Edward Murrow mengatakan, “Agar meyakinkan kita harus bisa dipercaya, agar bisa dipercaya kita harus kredibel, agar kredibel kita harus jujur.” Bisa dan mampukah?
Apabila tidak waspada dan elitnya menganggap perkembangan situasinya aman-aman saja, penulis tidak dapat membayangkan Partai Demokrat nantinya akan bergeser paling tidak menjadi partai papan tengah dan bukan tidak mungkin apabila serangan terus berlanjut, bahkan bisa turun lebih rendah lagi. Bijak, cerdas, cerdik dan cermat, itulah rumusnya.
sumber : ramalanintelijen.net
gambar : kompas.com
Siapa saja wakil rakyat yang suka bolos ? 27 Juli 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: DPR, pemilu, wakil rakyat
1 comment so far
Sebutannya memang wakil rakyat, tapi tak semua anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan benar-benar mewakili aspirasi rakyat. Sebab, ada di antara mereka yang rajin mangkir alias ogah mengikuti persidangan tanpa keterangan. Inilah nama-nama wakil rakyat yang rajin mangkir:
A. Masa Sidang II (4 Januari-5 Maret 2010) sebanyak 10 kali persidangan:
1. Jeffrie Geovanie (Fraksi Partai Golkar)– Tak hadir tanpa keterangan: 6 kali
2. Agus Sulistiyono (Fraksi PKB) — Tak hadir tanpa keterangan: 4 kali
3. Gondo Radityo Gambiro, Nurcahyo Anggoro Jati (keduanya dari Fraksi Partai Demokrat), Ferdinand Sampurna Jaya, Akbar Faizal (keduanya dari Fraksi Hanura), Nusyirwan Soejono (Fraksi PDI Perjuangan), dan Ahmad Dese Sere (Fraksi PPP) — Semua tak hadir tanpa keterangan: 3 kali
B. Masa Sidang III (5 April 2010-18 Juni 2010) sebanyak 9 kali persidangan:
1. Ratu Munawaroh (Fraksi PAN) — Tak hadir tanpa keterangan: 9 kali
2. Nur Cahyo Anggorojati (Fraksi Partai Demokrat) – Tak hadir tanpa keterangan: 5 kali
3. Agus Gumiwang Kartasasmita, Ibnu Munzir (keduanya Fraksi Partai Golkar), Alexander Litay, Arif Wibowo (keduanya Fraksi PDI Perjuangan), Abdul Malik Haramain, Abdul Kadir Karding (keduanya Fraksi PKB) – Semua tak hadir tanpa keterangan: 4 kali
tolong diingat -ingat nama – nama diatas yang masuk daerah pemilihan anda dan jangan dipilih lagi untuk pemilu berikutnya.
sumber : tempointeraktif.com
Benarkah Amdocs kaki tangan Israil ? 16 Juli 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: Amdocs, AS, Billing, Israil, telkomsel
add a comment
Sebuah groups baru muncul di situs jejaring sosial facebook. Namanya gerakan 1 juta facebookers boikot telkomsel bekerjasama dengan amdocs yang didirikan oleh AaDadan Hamdani yang dibantu oleh Alam Syah II.
Tujuan dari pembuat groups ini adalah mencegah telkomsel bekerjasama dengan amdocs dalam pengadaan billing system karena kekawatiran kerjasama itu akan dimanfaatkan oleh Israil untuk memata – matai Indonesia.
Berikut ini keterangan yang disampaikan oleh AaDadan Hamdani :
Belum lama ini, Amdocs Ltd memenangi tender sistem penagihan (billing system) untuk pelanggan Telkomsel. Billing system merupakan sistem vital dalam dunia telekomunikasi karena merupakan penghubung antara pelanggan dan konten yang diberikan. Sitem yang dijual Amdocs itu mencatat nomor telepon yang saling berkomunikasi, durasi, penambahan pulsa, data-data personal, jumlah tagihan, dan banyak lagi.
Di AS, ramai kembali diperbincangkan mengenai eksistensi Amdocs yang digunakan untuk kepentingan spionase Israel. Amdocs dicurigai digunakan oleh Israel untuk memata-mati warga AS melalui percakapan telepon, komunikasi data, dan sistem pertukaran informasi lainnya yang menggunakan saluran telepon.
Berdasarkan laporan Fox News, sejak insiden 11 September, lebih dari 60 warga Israel di AS telah ditangkap di bawah aturan anti terorisme ataupun kekerasan imigrasi. Amdocs dicurigai menggunakan data-data telepon untuk kepentingan Israel. Antara lain, data direktori panggilan bantuan dan catatan panggilan telepon.
Dugaan itu membuat banyak kalangan di AS khawatir karena hampir semua sistem penagihan telepon di AS menggunakan jasa Amdocs
Setujukah anda ? jika iya silahkan ke TKP :
Ide AusVegas, Las Vegas-nya Australia 8 Juli 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: Australia, AusVegas, Las Vegas
add a comment
seorang politikus Australia melontarkan ide cukup kontroversial. Aidan McLindon, anggota parlemen dari Negara Bagian Queensland, mengusulkan pembangunan pusat judi di wilayah Great Barrier Reef. AusVegas, julukan untuk pusat judi yang diusulkan itu, menjadi solusi bagi perjudian ilegal yang belakangan marak di negara bagian tersebut.
Seperti di Indonesia perjudian begitu cepat menyebar seperti kanker di Queensland. Akibatnya, begitu banyak permasalahan sosial muncul di wilayah ini, ini alasan kenapa usulan itu dilontarkan McLindon dalam wawancara dengan Agence France-Presse. Dengan mendirikan AusVegas (Las Vegas-nya Australia) di Kota Cairns, pemerintah negara bagian bisa bekerja lebih efektif menangkap perjudian ilegal.
Di sisi lain, AusVegas bisa dikelola menjadi aset pariwisata. Ini seperti yang dilakukan pemerintah Malaysia di Dataran Tinggi Genting dan pemerintah Singapura di Pulau Sentosa. “Jika kita fokus pada pengembangan pusat judi itu, Queensland akan mempunyai tempat yang menjadi tujuan banyak orang untuk menghamburkan uang mereka (dengan berjudi) dan berlibur,” paparnya.
Namun, gagasan McLindon itu menuai protes dari Wali Kota Cairns, Val Schier. Menurut dia, AusVegas akan mendatangkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan. “Ini bukan sesuatu yang diharapkan warga Cairns. Masyarakat kami tidak pernah menyukai hal-hal semacam itu,” katanya seperti dilansir jaringan berita Australia, ABC.
Schier menegaskan, warganya lebih suka menarik wisatawan dengan hal-hal yang alami. Misalnya, pemandangan alam, cenderamata khas, dan keramahan.
Dia juga tidak yakin McLindon bisa menjamin kota mungil di ujung Great Barrier Reef itu tetap aman dan nyaman dihuni. Sebab, biasanya, kota judi identik dengan angka kriminalitas tinggi dan maksiat.
Setuju pak walikota, kalo Australia aja tidak sudi ada tempat judi apalagi Indonesia yang kabarnya lebih religius.
sumber : jawapos.co.id
Mau jadi Gubernur ? siapkan Rp 40 milyar 16 Juni 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: Gubernur, LSI
1 comment so far
Seorang calon Gubernur, setidaknya mesti mengeluarkan dana Rp 40 milyar, untuk melakukan kampanye pencitraan agar sosoknya dikenal publik. Padahal gaji gubernur sebulan cuma Rp 8 juta.
Itulah gambaran yang diungkapkan Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Kepada Kompas Denny mengklaim telah memenangkan 17 calon gubernur dalam pemilu kepala daerah sejak tahun 2005 atau lebih dari 50 persen jumlah gubernur di seluruh Indonesia. Saat ini LSI sedang menangani dua calon gubernur yang sedang bertarung dalam Pilkada 2010. Denny berharap angka suksesnya bisa mencapai 90%.
Semahal itu untuk biaya apa saja? Selain survei untuk mengetahui populasritas si kandidat, tentu saja untuk membayar konsultan politik, dan komunikasi pencitraan. Tak jelas benar apakah biaya sebesar itu juga termasuk ongkos lobi ke partai, agar bersedia menjadi kendaraan politik menuju kandidat gubernur. Yang pasti, menurut kompas, dari sejumlah itu 50% masuk ke kantong konsultan politik.
Apakah dengan biaya sebesar itu, garansi lolos jadi Gubernur? Tak ada yang berani menggaransi. Namun Denny seolah memastikan “Kalaupun ada yang kalah, itu karena tidak memenuhi komitmen dengan pembayaran sehingga ada beberapa program yang tidak jalan,” ujarnya. Konsultan politik dan kampanye pencitraan seolah bisa mengubah sosok kucing, menjadi singa, sang raja hutan.
Saat ini belum banyak lembaga konsultan Politik. Yang cukup dikenal adalah LSI, Fox Indonesia, selain itu ada Charta Politika yang dikomandani Bima Arya Sugiarto, serta Pol Mark Indonesia yang dibentuk oleh Eep Saefulloh Fatah. Tahun 2010 ini, sedikitnya ada sekitar 246 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dari jumlah tersebut, 7 (tujuh) Pilkada untuk Provinsi (Daerah Tingkat Satu) dan sisanya, sekitar 239 Pilkada Kabupaten/Kota (Daerah Tingkat Dua). Selain kandidat kepala daerah yang menjadi market konsultan politik, adalah partai politik. Tak heran tahun menjadi masa panen konsultan politik.
Masalah yang cukup serius, adalah konsultan politik, abai pada krendensial kliennya. Menurut Denny, paling tidak ada tiga syarat yang harus dimiliki oleh para calon apabila ingin bertarung dalam pilkada, yaitu terkenal, disukai, dan mempunyai dana. LSI juga pernah membantu seorang calon kepala daerah yang tidak terkenal, tetapi mempunyai dana yang besar. Bagaimana dengan moral? “Yang penting adalah calon tidak sedang di dalam penjara. Kalau masih tersangka saja, kami masih bisa membantunya untuk menang,” ungkap Denny. Nah lo.
Masalah yang berikutnya adalah bagaimana para kandidat kepala daerah ini bisa mengembalikan modal pencalonannya? Ibarat bisnis kapan break event pointnya? Gaji gubernur, menurut Sri Sultan Hamengku Buwono X, cuma Rp 8 juta per bulan, itu sudah termasuk tunjangan. Jika dihitung selama 5 tahun masa jabatan, maka seorang gubernur hanya bisa mengantongi uang halal dari gajinya sebesar Rp 480.000.000. Lantas kekurangan dalam pengembalian modal, gimana nutupnya?
Pada akhirnya mahalnya biaya politik di negeri ini, akan menjadi beban rakyat. Ekonomi biaya tiinggi di sektor usaha, pajak yang mahal, serta berbagai cara untuk meningkatkan PAD yang akan ditanggung rakyat. Pimpinan daerah yang sudah menghabiskan puluhan milyar dalam pencalonan tentu tak ingin menjadi miskin setelah terpilih.
Jadi, akankah kita terus terjebak dalam kampanye pencitraan seorang pipinan daerah?
sumber : politikana.com
Profil Agus Martowardojo, Menkeu baru 19 Mei 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: Agus Martowardojo, menkeu, profil
3 comments
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi mengangkat Direktur Bank Mandiri Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang mengundrukan diri.
Selain mengangkat Agus, Presiden Yudhoyono juga mendapuk Anny Ratnawati sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Anggito Abimanyu. Sebelumnya Anny menjabat Direktur Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan.
Siapa Agus Dermawan Wintarto Martowardojo ? Ini dia profilah
1. nama : Dermawan Wintarto Martowardojo
2. tempat tanggal lahir : amsterdam, 24 januari 1956
3. jabatan : dirut bank mandiri
4. agama : islam
5. status/jumlah anak : menikah/2 anak
Agus Martowardojo memang dikenal sebagai seorang bankir profesional. Perjalanan kariernya dimulai sebagai International Loan Officer di Bank of America Cabang Jakarta selama tiga tahun seusai usia menamatkan pendidikan sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1984.
Pada 1986, ia pindah, kali ini bergabung dengan Bank Niaga dan menduduki posisi sebagai Wakil Presiden untuk Koporasi selama kurang lebih delapan tahun.
Pada 1995, ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Bumiputera dan pada 1998 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero).
Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002, ia ditunjuk sebagai Direktur Bank Mandiri yang membawahi bidang manajemen resiko dan restrukturisasi kredit, Retail Banking dan Operations, dan terakhir bidang pengembangan sumber daya manusia dan layanan pendukung.
Pada bulan Oktober 2002, setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Kepala BPPN, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Bank Permata Tbk yang merupakan gabungan (merger) dari PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Ekspres, Bank Media dan Bank Patriot.
Bulan Mei 2005, ia ditunjuk untuk menduduki posisi puncak di Bank Mandiri sebagai Direktur Utama sampai sekarang.
Ia juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia pada bulan Desember 2005 dan hingga saat ini menjabat Ketua Umum HIMBARA sejak bulan Juni 2006.
Selain itu, ia juga merupakan Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bulan Juni 2006, menjabat sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 2003. Pada 2001 sampai dengan 2004, ia menjadi anggota Dewan Nasional Institut Bankir Indonesia.
Dan pada 2006, terpilih oleh Asiamoney sebagai Eksekutif Indonesia Terbaik (Best Indonesian Executive) dan memperoleh penghargaan keberhasilan kepemimpinan (Leadership Achievement Award) dari The Asian Banker.
Pada 2008 sempat tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan di DPR menjadi calon Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden.
sumber : mypepito.info. tempointeraktif.com
Poligami Tanpa Izin, Anggota Parlemen Malaysia Diadili 21 April 2010
Posted by masbloro in Politik.Tags: parlemen, poligami
add a comment
Ini bisa menjadi contoh dan pelajaran buat pejabat publik di Indonesia.
Seorang anggota parlemen dari partai yang berkuasa di Malaysia dan istri keduanya mengaku bersalah telah melakukan perkawinan poligami tanpa persetujuan formal dari pihak berwenang di tengah perdebatan soal moralitas di kalangan politisi muslim di negara itu.
“Anggota Parlemen Kinabatangan, Datuk Bung Moktar Radin dan istrinya aktris Zizie Ezette A. Samad, mengaku bersalah di Pengadilan Syariah Islam di negara bagian Selangor karena menikah tanpa persetujuan dari petugas,” kata seorang pejabat pengadilan yang menolak disebutkan namanya, Selasa waktu setempat.
Keduanya yang terancam hukuman penjara enam bulan dibebaskan dengan denda masing-masing 500 Ringgit atau sekitar Rp 3 juta sebagai jaminan. Lima orang lain, termasuk tiga saudara Zizi juga mengaku bersalah di Pengadilan yang sama karena keterlibatannya dalam perkawinan kedua orang tersebut. “Mereka menghadapi hukuman yang sama dengan pasangan pengantin,” kata pengacara pasangan itu, Åmli Embong.
Bung, 50 tahun, dan Zizi, 30 tahun, menikah pada Desember tahun lalu. Pria muslim di negara ini bisa menikah hingga empat istri sesuai hukum Islam, yang pelaksanaannya diatur oleh pengadilan Islam setempat.
Poligami dilakukan oleh sebagian warga muslim Malaysia yang penduduknya sekitar 20 juta. Bagi non-muslim di negara ini yang jumlahnya sekitar sepertiga dari penduduk Malaysia, hukum Islam tidak berlaku.
Persoalan moralitas di antara para pejabat publik akhir-akhir ini menjadi sorotan hangat di Malaysia setelah seorang kandidat oposisi parlemen mengakui telah mengkonsumsi alkohol. Muslim di Malaysia dilarang minum alkohol. Mereka bisa didenda, penjara atau pukulan rotan jika terbukti bersalah.
sumber : tempointeraktif.com
Dosa militer Amerika “Collateral Murder” (video) 9 April 2010
Posted by masbloro in Politik.3 comments
Tanggal 5 April 2010 pukul 10:44 EST, WikiLeaks telah merilis video yang menggambarkan serangan ceroboh militer Amerika yang membunuh lebih dari selusin orang di pinggiran Irak Baghdad yang didalamnya termasuk dua staf berita Reuters.
Reuters telah mencoba untuk mendapatkan video melalui Undang-Undang Kebebasan Informasi, tapi tidak berhasil. dalam Video, terlihat tembakan dari helikopter Apache dengan senapan, jelas menunjukkan pembunuhan itu tak beralasan dan membuat karyawan Reuters dan penolongnya terluka.Dua anak yang terlibat dalam penyelamatan itu juga luka parah.
Pihak militer tidak mengungkapkan bagaimana staf Reuters tewas, dan menyatakan bahwa mereka tidak tahu bagaimana anak-anak luka-luka.
Setelah tuntutan oleh Reuters, kejadian yang diselidiki dan militer AS menyimpulkan bahwa tindakan para prajurit telah sesuai dengan hukum konflik bersenjata dan “Rules of Engagement” sendiri.
Akibatnya, WikiLeaks telah merilis Peraturan diklasifikasikan Keterlibatan untuk tahun 2006, 2007 dan 2008, mengungkap aturan-aturan sebelum, selama, dan sesudah pembunuhan.
WikiLeaks telah merilis baik yang asli 38 menit video dan versi lebih pendek dengan analisis awal. Sub judul yang telah ditambahkan untuk kedua versi dari transmisi radio.
WikiLeaks memperoleh video ini serta dokumen-dokumen pendukung dari sejumlah whistleblowers militer. WikiLeaks bersusah payah untuk memverifikasi keaslian dari informasi yang diterimanya. Kami telah menganalisis informasi tentang insiden ini dari berbagai sumber bahan. Kami telah berbicara kepada saksi dan wartawan langsung terlibat dalam insiden ini.
WikiLeaks ingin memastikan bahwa semua informasi yang diterima bocor mendapatkan perhatian yang layak. Dalam hal ini, beberapa orang yang tewas adalah wartawan yang hanya melakukan pekerjaan mereka: meletakkan hidup mereka pada risiko untuk laporan tentang perang. Irak adalah tempat yang sangat berbahaya bagi wartawan: dari 2003 – 2009, 139 wartawan tewas ketika ia melakukan pekerjaan mereka.
Ini dia video yang menghebohkan itu dalam versi pendek :
Ini adalah video versi panjangnya :
sumber : collateralmurder.com




















