AL QUR’AN DAN TEORI RELATIVITAS 30 April 2012
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: al quran, Al-Falsafa al-Ula, Albert Einstein, Galileo Galilei, relativitas, relativity theory, Yusuf Ibnu Ishaq Al-Kindi
1 comment so far
Dunia sains modern di awal abad ke-20 M dibuat takjub oleh penemuan seorang ilmuwan Jerman bernama Albert Einstein. Fisikawan berkebangsaan Jerman itu pada tahun 1905 memublikasikan teori relativitas khusus (special relativity theory). Satu dasawarsa kemudian, Einstein yang didaulat Majalah Time sebagai tokoh abad XX itu mencetuskan teori relativitas umum (general relativity theory).
Di China ada jasa penyewaan pacar 6 Februari 2012
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: China, gadis, pacar, sewaan
3 comments
Teknokerz pernah mendengar nama situs Taobao sebelumnya? Jika belum, situs asal negeri tirai bambu ini merupakan versi Cinanya situs jual beli eBay. Seorang wiraswasta Taobao yang bernama Zhu Sheng (27) memiliki gagasan baru bahwa situs penyewaan pacar khususnya pria dapat menjadi ladang uang bagi dirinya. Mengapa demikian? Karena dengan adanya situs tersebut, wanita-wanita single di Cina dapat menyewa pacar untuk dibawa pulang kampung saat perayaan tahun baru Cina.
Paku itu ada di dalam betis kaki Syafira 4 November 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: paku, Parepare, Sulawesi Selatan, Syafira
add a comment
Syafira seorang anak berusia 3 tahun, ditemukan ibunya mengalami keanehan pada betis kakinya. Usut punya usut ternyata ada banyak paku yang tertanam di situ. Hal ini diketahui setelah dilakukan pengecekan dengan rontgen di Rumah Sakit Andi Makkasau.
Orang tua Syafira yang tinggal di daerah Parepare, Sulawesi Selatan menuturkan sebenarnya keanehan itu sudah ada ketika masih tinggal di Soppeng, Sulawesi Selatan.Walaupun si anak tidak merasakan apapun tentu kalo dibiarkan akan membahayakan Syafira.
Ada 27 benda asing yang berada di dalam betis si bocah paku sebanyak 23 biji, satu biji jarum, dan dua biji logam putih yang bersarang di betis kanan dan kiri. Sedangkan benda lain berada di punggung. Benda tersebut sepanjang 2 hingga 6 cm, di bagian betis kanan sebanyak 7 biji dan betis kiri sebanyak 19 biji.
Bagaimana paku itu bisa masuk tubuh Syafira? itu yang menjadi pertanyaan yang sulit dijawab. Karena ada informasi, paku-paku tersebut diduga sengaja dimasukkan. Pasalnya, pihak rumah sakit memastikan paku-paku tersebut adalah paku asli dan tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya dalam tubuh Syafira.
Kecurigaan kian jelas setelah tim medis menemukan bekas luka yang sudah tertutup daging pada bagian betis sebelah kanan Syafira. Bekas luka itu sudah membentuk saluran menyerupai pipa. Dari saluran bekas luka inilah, dokter menduga paku-paku tersebut dimasukkan dengan sengaja.
“Secara medis, tidak mungkin paku itu tumbuh dalam tubuh manusia. Proses masuknya justru sementara kita lacak karena kita juga menemukan adanya paku yang baru dimasukkan. Dugaan ini muncul setelah tim menemukan bekas luka pada betis Syafira. Persoalan apakah ini tindak kriminal atau magis, kami tidak tahu,” ujar ahli bedah RSUD Andi Makkasau, dr Kamaruddin Said.
Kalo itu dianggap sebuah susuk tentu menjadi aneh karena susuk kok sebanyak itu. Apapun itu yang penting saat ini Syafira sudah mendapat penanganan medis untuk mengeluarkan paku tersebut.
Sumber : kompas.com
Video Brimob vs TNI, seruu… 21 Oktober 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: breakdance, brimob, Brimob vs TNI, polisi, TNI
3 comments
Setelah briptu Norman menghilang dari peredaran entertaiment, rupanya sinar Polisi belum redup di dunia selebriti Indonesia. Masih banyak talenta yang dimiliki pasukan Polisi ini yang menunggu giliran untuk tenar.
Kali ini Polisi tidak ingin tenar sendirian, Brimob menggandeng TNI ini untuk kembali menggucang dunia maya lewat atraksi breakdance yang memikat. Seperti tidak mau saling mengalah kedua prajurit dari kesatuan yang berbeda ini saling beradu kelihaian tidak kalah dengan dancer profesional. Hentakan musik hip hop begitu mereka nikmati dengan sesekali membuat gerakan secara besama sama.
Apa yang dilakukan adalah wajar saja, mereka juga manusia yang mempunyai indentitas pribadi dan kesukaan masing2, selama tidak mengganggu tugas itu adalah hal yang positif.
Penaran ? silahkan simak videonya berikut ini :
Hiii, 1 dari 6 Ponsel Mengandung Bakteri Tinja 20 Oktober 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: bakteri, handphone, tinja
1 comment so far
Fakta ini harusnya mendorong kita untuk memerhatikan higienitas ponsel kita. Siapa sangka benda yang setiap hari kita bawa ke mana – mana ternyata mengandung bakteri yang berbahaya buat kesehatan, seperti yang terjadi di Inggris.
Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa 1 dari 6 ponsel membawa bakteri kotoran tinja. Itu mungkin karena pemiliknya tidak mencuci tangan mereka dengan sabun setelah menggunakan toilet.
Para peneliti mengatakan beberapa ponsel terkontaminasi dengan E coli, bakteri tinja yang dapat menyebabkan gangguan perut dan keracunan makanan serius seperti wabah O157 yang fatal di Jerman pada Juni lalu.
Setelah berada di tangan dan permukaan benda, bakteri tinja dapat bertahan selama berjam-jam, terutama pada suhu kamar yang hangat jauh dari sinar matahari. Mengerikan! Kuman mudah ditransfer dari tangan ke pegangan pintu, makanan dan ponsel yang dengan mudah berpindah kepada orang lain.
Peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary, Universitas London, mengambil 390 sampel dari ponsel di 12 kota di seluruh Inggris. Mereka menganalisis sampel di laboratorium dan menanyakan peserta tentang kebiasaan mereka mencuci tangan.
Dr Val Curtis dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, seorang ahli kesehatan dan pemimpin kampanye untuk Global Handwashing Day mengatakan, “Studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa beberapa orang masih tidak mencuci tangan mereka dengan baik, terutama setelah pergi ke toilet.”
“Saya berharap berpikir adanya E coli di tangan dan telepon mendorong mereka untuk lebih bersih setelah dari kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun adalah suatu hal yang sederhana untuk dilakukan, tapi efektif dalam menyelamatkan banyak nyawa,” tambahnya seperti dikutip dari Medical Health News.
sumber : mediaindonesia.com
Harold Camping : Maaf kiamatnya ditunda 24 Mei 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: Harold Camping, kiamat
3 comments
Beginilah kalo jadi paranormal sableng, setelah bersembunyi selama tiga hari, gara – gara ramalannya meleset, peramal kiamat Harold Camping hari ini mencoba kembali meyakinkan bahwa kiamat pasti akan datang. Setelah kemarin bilang 21 Mei, kali ini, ia memperkirakan Hari Akhir itu akan tiba pada 21 Oktober, atau mundur lima bulan dari prediksi sebelumnya.
Bukan kali ini saja kakek berusia 89 tahun ini salah membuat prediksi. Tahun 1994 Harold Camping juga salah memprediksi datangnya kiamat.Tapi anehnya meskipun terbukti gagal saat itu (1994), Harold Camping masih sanggup memperdaya ribuan orang untuk menjadi pengikutnya. Hebatnya selama berbulan-bulan, Camping dan para pengikutnya menyebarluaskan ke seluruh dunia soal datangnya kiamat pada 21 Mei lalu. Kampanye yang menghabiskan jutaan dolar itu berlangsung lewat papan iklan, televisi, radio, dan Internet.
Setelah datang harinya (21 Mei) ternyata tidak terbukti rupanya Harold Camping punya rasa malu juga. Bersama istrinya mereka sampai mengungsi ke sebuah motel karena kiamat tidak datang juga seperti yang ia yakini. Setelah tiga hari menghilang Harold Camping muncul lagi dengan prediksi baru. Kiamatnya batal hadir tanggal 21 Mei dan ditunda sampai tanggal 21 Oktober tahun ini. Menurut dia, proses kehancuran pada 21 Oktober mendatang akan berlangsung sangat cepat. “Pada 21 Oktober, kalian semua akan melepaskan kekayaan dunia,” kata Camping dalam acara “Open Forum” di Family Radio miliknya. Mungkin karena takut kembali tidak terbukti untuk ramalan kali ini dia tidak akan lagi berkampanye untuk menyambut kiamat mendatang.
Saat mengumumkan hari kiamat yang baru, Camping mengakui ia telah membuat kesalahan. Meski begitu, ia menegaskan kesalahan prediksi itu tidak menggangu pikirannya. “Jika orang ingin saya minta maaf, saya akan minta maaf,” ujar penganut Kristen aliran Evangelis ini.
Bahkan, ia menegaskan penduduk Bumi harus menyadari proses datangnya kiamat sedang berlangsung. Ia menunjukkan salah satu tanda kiamat akan tiba, yakni makin banyaknya kaum gay yang bangga dengan identitas mereka.
sumber : tempointeraktif.com
Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling (oleh Taufik Ismail) 8 Februari 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: Bank Dunia, hutang, IMF, Taufik Ismail
1 comment so far
“Oleh Taufiq Ismail”
11th Januari 2011, 20:30
Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia. Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.
Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol diruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan dipunggung kita dicap sablon besar-besar: Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia.
Kita sudah jadi bangsa kuli dan babu, menjual tenaga dengan upahpaling murah sejagat raya. Ketika TKW-TKI itu pergi lihatlah mereka bersukacita antri penuh harapan dan angan-angan di pelabuhan dan bandara, ketika pulang lihat mereka berdukacita karena majikan mungkir tidak membayar gaji, banyak yang disiksa malah diperkosa dan pada jam pertama mendarat di negeri sendiri diperas pula.
Negeri kita tidak merdeka lagi, kita sudah jadi negeri jajahan kembali. Selamat datang dalam zaman kolonialisme baru, saudaraku. Dulu penjajah kita satu negara, kini penjajah multi kolonialis banyak bangsa. Mereka berdasi sutra, ramah-tamah luar biasa dan banyak senyumnya. Makin banyak kita meminjam uang, makin gembira karena leher kita makin mudah dipatahkannya.
Di negeri kita ini, prospek industri bagus sekali. Berbagai format perindustrian, sangat menjanjikan, begitu laporan penelitian. Nomor satu paling wahid, sangat tinggi dalam evaluasi, dari depannya penuh janji, adalah industri korupsi .
Apalagi di negeri kita lama sudah tidak jelas batas halal dan haram, ibarat membentang benang hitam di hutan kelam jam satu malam. Bergerak ke kiri ketabrak copet, bergerak ke kanan kesenggol jambret, jalan di depan dikuasai maling, jalan di belakang penuh tukang peras, yang di atas tukang tindas. Untuk bisa bertahan berakal waras saja di Indonesia, sudah untung. Lihatlah para maling itu kini mencuri secara berjamaah. Mereka bersaf-saf berdiri rapat, teratur berdisiplin dan betapa khusyu’. Begitu rapatnya mereka berdiri susah engkau menembusnya. Begitu sistematiknya prosedurnya tak mungkin engkau menyabotnya. Begitu khusyu’nya, engkau kira mereka beribadah. Kemudian kita bertanya, mungkinkah ada maling yang istiqamah? Lihatlah jumlah mereka, berpuluh tahun lamanya, membentang dari depan sampai ke belakang, melimpah dari atas sampai ke bawah, tambah merambah panjang deretan saf jamaah.
Jamaah ini lintas agama, lintas suku dan lintas jenis kelamin. Bagaimana melawan maling yang mencuri secara berjamaah? Bagaimana menangkap maling yang prosedur pencuriannya malah dilindungi dari atas sampai ke bawah? Dan yang melindungi mereka, ternyata, bagian juga dari yang pegang senjata dan yang memerintah. Bagaimana ini? Tangan kiri jamaah ini menandatangani disposisi MOU dan MUO (Mark Up Operation), tangan kanannya membuat yayasan beasiswa, asrama yatim piatu dan sekolahan. Kaki kiri jamaah ini mengais-ngais upeti ke sana kemari, kaki kanannya bersedekah, pergi umrah dan naik haji. Otak kirinya merancang prosentasi komisi dan pemotongan anggaran, otak kanannya berzakat harta, bertaubat nasuha dan memohon ampunan Tuhan.
Bagaimana caranya melawan maling begini yang mencuri secara berjamaah? Jamaahnya kukuh seperti diding keraton, tak mempan dihantam gempa dan banjir bandang, malahan mereka juru tafsir peraturan dan merancang undang-undang, penegak hukum sekaligus penggoyang hukum, berfungsi bergantian. Bagaimana caranya memroses hukum maling-maling yang jumlahnya ratusan ribu, barangkali sekitar satu juta orang ini, cukup jadi sebuah negara mini, meliputi mereka yang pegang kendali perintah, eksekutif, legislatif, yudikatif dan dunia bisnis, yang pegang pestol dan mengendalikan meriam, yang berjas dan berdasi. Bagaimana caranya? Mau diperiksa dan diusut secara hukum? Mau didudukkan di kursi tertuduh sidang pengadilan? Mau didatangkan saksi-saksi yang bebas dari ancaman? Hakim dan jaksa yang bersih dari penyuapan? Percuma seratus tahun pengadilan, setiap hari 8 jam dijadwalkan Insya Allah tak akan terselesaikan. Jadi, saudaraku, bagaimana caranya? Bagaimana caranya supaya mereka mau dibujuk, dibujuk, dibujuk agar bersedia mengembalikan jarahan yang berpuluh tahun dan turun-temurun sudah mereka kumpulkan.
Kita doakan Allah membuka hati mereka, terutama karena terbanyak dari mereka orang yang shalat juga, orang yang berpuasa juga, orang yang berhaji juga. Kita bujuk baik-baik dan kita doakan mereka. Celakanya, jika di antara jamaah maling itu ada keluarga kita, ada hubungan darah atau teman sekolah, maka kita cenderung tutup mata, tak sampai hati menegurnya. Celakanya, bila di antara jamaah maling itu ada orang partai kita, orang seagama atau sedaerah, Kita cenderung menutup-nutupi fakta, lalu dimakruh-makruhkan dan diam-diam berharap semoga kita mendapatkan cipratan harta tanpa ketahuan. Maling-maling ini adalah kawanan anai-anai dan rayap sejati. Dan lihat kini jendela dan pintu Rumah Indonesia dimakan rayap. Kayu kosen, tiang, kasau, jeriau rumah Indonesia dimakan anai-anai. Dinding dan langit-langit, lantai rumah Indonesia digerogoti rayap. Tempat tidur dan lemari, meja kursi dan sofa, televisi rumah Indonesia dijarah anai-anai. Pagar pekarangan, bahkan fondasi dan atap Rumah Indonesia sudah mulai habis dikunyah-kunyah rayap. Rumah Indonesia menunggu waktu, masa rubuhnya yang sempurna. Aku berdiri di pekarangan, terpana menyaksikannya. Tiba-tiba datang serombongan anak muda dari kampung sekitar. “Ini dia rayapnya! Ini dia Anai-anainya!” teriak mereka. “Bukan. Saya bukan Rayap, bukan!” bantahku. Mereka berteriak terus dan mendekatiku dengan sikap mengancam. Aku melarikan diri kencang-kencang. Mereka mengejarkan lebih kencang lagi. Mereka menangkapku. “Ambil bensin!” teriak seseorang. “Bakar Rayap,” teriak mereka bersama. Bensin berserakan dituangkan ke kepala dan badanku. Seseorang memantik korek api. Aku dibakar. Bau kawanan rayap hangus.
Membubung Ke udara.
Benarkah oknum PSSI menjual laga Timnas vs Malaysia ? 1 Februari 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: bandar judi, malaysia, pssi, Timnas, tribunnews
1 comment so far
Kabar mengejutkan datang dari portal tribunnews.com. Oknum PSSI kabarnya berbuat nekad dengan menjual laga leg pertama Indonesia versus Malaysia kepada bandar judi di Malaysia demi melanggengkan kekuasaan. Berikut ini berita selengkapnya :
Kasak kusuk tentang adanya dugaan oknum PSSI yang menjual laga leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kualalumpur, lalu makin kencang terdengar.
Jika sebelumnya isu soal oknum PSSI yang tega menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi kelas kakap di Malaysia hanya beredar dari mulut ke mulut, kini muncul pengakuan dari seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen, pegawai pajak di lingkungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia, yang menyampaikan surat terbuka melalui email kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sby@presiden.go.id.
Surat tersebut dikirim juga ke email redaksi Tribunnews.com, Bolanews, dan Topskor.
Dalam surat elektronik tersebut, Eli bercerita soal kekecewaannya mendengar adanya ketidak beresan yang terjadi saat Indonesia yang tampil luar biasa di turnamen tersebut. Apalagi, tiba-tiba Indonesia kemudian dihajar telak Malaysia 3-0. Kekalahan tersebut, menurutnya, telah diatur sebelumnya agar Indonesia kalah dari Malaysia.
“Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI (ia menulis inisial dua nama, red). Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah,” ujar Eli dalam email tersebut.
Lebih lanjut, Eli juga mengatakan dalam suratnya bahwa hasil menjual kemenangan Indonesia kepada bandar judi tersebut kemudian digunakan untuk membiayai Kongres Tahunan PSSI di Bali beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Eli juga mengatakan dalam suratnya jika dua oknum PSSI yang menjadi otak kekalahan tersebut sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi khusus kepada oknum pemain yang kemudian ambil bagian memerankan bagiannya mengacaukan dan mematahkan semangat bertanding timnas.
Eli juga menambahkan, persoalan sinar laser yang kemudian timbul dan dianggap sebagai biang kekalahan timnas juga termasuk salah satu bagian dari skenario besar membuat timnas kalah. Karena, dengan kekalahan tersebut, oknum PSSI yang menurut Eli telah berbuat tega membuat timnas kalah tersebut kemudian mendapatkan keuntungan berlipat dari bandar Malaysia, demikian surat Eli kepada Presiden SBY.
Belum ada konfirmasi atas surat ini. Surat yang diterima Tribunnews.com menyebutkan, email itu juga dikirimkan ke Menteri Olah Raga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI.
Benar tidaknya kabar ini silahkan untuk dicermati sendiri….
Ironi negeri ini : Enam Bersaudara Meninggal Akibat Makan Tiwul 4 Januari 2011
Posted by masbloro in Sosial budaya.Tags: ironi, jepara, ketela pohon, tewas, tiwul
5 comments
Enam orang bersaudara dari Desa Jebol, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, meninggal dunia diduga akibat keracunan makanan tiwul yang terbuat dari bahan ketela pohon.
Orang tua korban, Jamhamid (45), di Jepara, Senin, membenarkan, keenam korban meninggal yang diduga akibat mengonsumsi tiwul tersebut merupakan anaknya dari tujuh orang bersaudara.
“Awalnya, yang meninggal dua orang, yakni Lutfiana (22) dan Abdul Amin (3) di Rumah Sakit Umum Daerah Kartini Jepara, masing-masing meninggal pada Sabtu (1/1) pagi dan Sabtu malam,” ujarnya.
Korban Lutfiana yang merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dimakamkan Sabtu siang, sedangkan jenazah Abdul Amin dimakamkan Minggu (2/1).
Pemakaman pada hari yang sama juga dilakukan untuk korban Ahmad Kusrianto (5) anak nomor enam dan Ahmad Hisyam Ali (13) anak nomor empat.
Sedangkan anak nomor lima dan tiga, yakni Saidatul Kusniah (8) dan Faridatul Solihah (15) yang meninggal Senin (3/1) dini hari dimakamkan pada hari ini (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB.
Ia mengakui, keluarganya mulai mengonsumsi tiwul sebagai makanan alternatif sejak dua pekan terakhir, mengingat penghasilannya sebagai penjahit di Semarang kurang mencukupi kebutuhan keluarga.
“Setiap pekan, penghasilan saya hanya berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” ujarnya.
Penghasilan selama sepekan tersebut, kata dia, hanya bertahan selama tiga hingga empat hari saja.
“Terkadang, kami hanya bisa membeli beras 10 kilogram dari biasanya bisa membeli hingga 16 kg untuk memenuhi kebutuhan delapan anggota keluarga,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, sejak dua pekan terakhir terpaksa harus mengonsumsi makanan alternatif, berupa tiwul yang biasa disediakan oleh istrinya Siti Sunayah (41).
Kini, keluarga pasangan Jamhamid dan Siti Sunayah tinggal satu orang yang hidup bersama suaminya.
Sementara itu, Siti Sunayah mengungkapkan, keluarganya mulai mengonsumsi tiwul sejak dua pekan terakhir, karena kondisi keuangan keluarga yang kurang mencukupi.
“Makanan ini hanya bersifat sebagai selingan dari menu makanan utama,” ujarnya.
Makanan tersebut, kata dia, terbuat dari sari ketela pohon, dicampur dengan bahan lain, seperti pemanis buatan, gula aren, dan kelapa parut.
Awalnya, kata dia, anaknya yang bernama Lutfiana mengeluh pusing, kemudian minta dikerok. “Setelah itu, mengalami muntah berulang kali,” ujarnya.
Ia mengaku, tidak mengetahui anaknya itu mengalami keracunan. “Hal ini, juga diperkuat dengan pernyataan mantri setempat yang menganggap gejala tersebut hanya penyakit biasa,” ujarnya.
Hanya saja, kata dia, selang beberapa jam kemudian, anaknya harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Saya memang sempat mengonsumsi sedikit, sedangkan suami tidak ikut mengonsumsi karena berada di Semarang,” ujarnya.
Kapolres Jepara AKBP Ruslan Ependi melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto mengungkapkan, kasus dugaan keracunan makanan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan polisi.
“Saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel sisa makanan, ketela pohon yang masih tersisa, dan muntahan korban di laboratorium Polda Jateng,” ujarnya.
sumber : yahoo.com yang dikutip dari kantor berita antara






















